Nikah Siri Yang terjadi di Indonesia beserta hukumnya

by -85 Views

Nikah siri sering jadi bahan pembicaraan orang yang gak sempat ada habisnya. Karenanya  pendapat orang berbeda mengenai nikah siri.

Ada yang menganggap positif serta ada yang negatif. Pandangan yang terdiri 2 ini didasarkan oleh pertimbangan penduduk yang merasa kalaupun ini dapat memberikan kerugian banyak pihak.

Tetapi, ada yang miliki pikiran kalaupun nikah siri ini dapat menahan berlangsungnya sejumlah hal yang tak dikehendaki seperti hamil di luar nikah.

Berikut di bawah ini ialah sejumlah bukti tentang nikah siri yang telah Kami rangkai untuk kalian. Yok, dilihat!

1. Secara Umum Penjelasan Nikah Siri Berikut

Pernikahan jadi moment berbahagia yang gak terabaikan buat banyak pasangan. Di Indonesia, pernikahan harus sah di mata agama dan negara.

Pernikahan yang sah di mata negara sudah tentu pernikahan yang terdaftar di Kantor Soal Agama (KUA) serta Kantor Catatan Sipil.

Sementara pernikahan tak sah dimaksud dengan nikah siri. Ini yakni pernikahan yang syah secara agama, tetapi tidak resmi di mata negara dan hukum.

Sebab, pernikahan itu tidak tercantum di KUA serta Kantor Catatan Sipil.

Nikah siri sendiri berawal dari bahasa Arab ialah sirri yang ini berarti rahasia. Sehingga  dapat diasumsikan bila pernikahan yang sedang dilakukan ini harus secara rahasia.

Rahasia di sini tujuannya bukan tidak dipahami oleh beberapa orang, tetapi cuman dikenali oleh keluarga dekat dan keluarga.

Merilis web sah Binmas Islam Kemenag, ada sejumlah argumen pasangan memutuskan pernikahan siri, salah satunya:

  1. Menungu hari yang pas untuk melakukan pernikahan terdaftar di KUA
  2. Kedua sebelah pihak atau satu diantara faksi calon mempelai tidak siap karena masih sekolah/kuliah
  3. Kedua atau salah satu diantaranya faksi calon mempelai belumlah cukup usia/dewasa
  4. Sebagai pemecahan untuk mendapati anak kalau dengan istri yang ada tidak dikarunia anak
  5. Melegalkan secara agama untuk lelaki yang telah beristri sebab kesusahan memohon ijin ke istri pertama kalinya

2. bagaimana Hukum Negara serta Agama Melihat Nikah Siri

Di Indonesia, lumayan banyak orang yang kerjakan nikah siri. Oleh karenanya, ada ketetapan hukum yang atur terkait nikah siri di Indoensia ini.

Menurut situs hukumonline.com, hukum pernikahan ditata dalam Undang-undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 Pasal 2 yang keluarkan bunyi seperti berikut:

  1. Perkawinan merupakan resmi bila dilaksanakan menurut hukum masing-masing kepercayaannya itu dan agamanya.
  2. Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku.

Dari undang-undang di atas, sebetulnya, nikah siri dipastikan resmi berdasar agama, namun tak resmi di mata negara.

Karena tak ada akte nikah dan beberapa surat sah yang berkaitan keabsahan pernikahan.

Nikah siri sebetulnya ialah perihal yang tak direkomendasi oleh dijalankan pasangan yang bisa menikah.

Menikah dengan absah di mata agama serta hukum pastinya akan baik.

Sejumlah ini yakni imbas yang hendak didapat apabila mengerjakan nikah siri, ialah:

3. Fakta-Fakta Nikah Siri Yang berlangsung dalam masyarakat

Berkaitan banyak orang-orang yang lakukan pernikahan siri di Indonesia, karenanya Mams harus tahu bukti-bukti nikah siri di Indonesia, yakni:

•          Nikah Siri Rata-rata Berdasar Ekonomi

•          Nikah siri karena file kriteria belum bersiap

•          Nikah siri karena ingin meningkatkan istri

•          Nikah Siri sambil tunggu proses pernikahan sah Negara

Efek Negatif Nikah Sirih di Indonesia Biarpun nikah siri dipandang resmi berdasarkan agama, namun nyatanya ada pengaruh negatif yang dapat disebabkan.

Menurut kajian Sri Hilmi Pujiharti dalam Jurnal Sosiologi DILEMA, ada beberapa kerugian dari nikah siri yang kebanyakan dirasakan wanita.

Dari sisi tak sesuai hukum pernikahan di Indonesia, nikah sirih dapat bawa pengaruh negatif berikut di bawah ini:

1. Istri tidak Dapat Tuntut Hak-Haknya

Faksi wanita dari Nikah Siri tidak dapat tuntut hak-hak selaku istri yang udah dilanggar oleh suami lantaran tak ada kebolehan yang resmi di mata hukum kepada legitimasi perkawinan.

Hasilnya, mereka kehilangan hak mendapatkan pelindungan menjadi seorang istri.

Efeknya, posisi istri tidak kuat di mata hukum bila suami tidak memberi nafkah atau kerjakan tindak KDRT.

2. Resikonya di Anak

Anak yang sangat dirugikan di saat orang-tua lakukan nikah siri sebab persoalan dokumen kelahiran, KTP, paspor, sampai kartu keluarga.

Naskah tidak dapat dibentuk karena tidak terdapat bukti pernikahan yang syah di mata hukum berwujud buku dokumen nikah atau nikah.

Diluar itu, nikah siri bisa pengaruhi perubahan mental anak Lantaran, Sang Kecil mungkin berasa gak dianggap oleh seputarnya dan berasa seperti anak buangan saat datangnya ayahnya di antara tidak ada dan ada.

Terutama bila pernikahan itu diselipkan dari faksi istri pertama Soal ini bisa menimbulkan seakan-akan melalui pertalian terlarang. Anak bakal berasa seperti gak diingini atau tempatnya jadi seperti malu dalam keluarga.

3. Dampak Dibiarkan Pasangan serta KDRT

Nikah siri condong membikin salah satunya pasangan lebih lega untuk tinggalkan tanggung jawabannya dalam keluarga.

Disamping itu nikah siri pun menggerakkan terjadi jumlahnya tindakan kekerasan dalam rumah tangga, baik pada istri atau anak.

4. Tak Dikasih Nafkah

Pada pasangan yang nikah siri, status istri dan anak-anak jadi sangatlah rawan Meskipun secara agama, suami penting memberikan nafkah, baik menikah dengan cara resmi ataupun nikah siri, tetapi kadangkala bukti di dalam lapangan berbeda.

Lumayan banyak anak yang didiamkan demikian saja oleh banyak pria tidak bertanggung-jawab yang berencana nikah siri.

Sang anak gak dapat tuntut ayahnya memberinya nafkah serta terpaksa sekali mempercayakan ibunya. Tersebut pemicunya dokumen perkawinan jadi pokok utama, biarpun cuman selembar kertas.

No More Posts Available.

No more pages to load.