Penjual Mertabak Laris Terpaksa Pensiun Karena Beberapa Alasan

by -33 Views

Meskipun dulunya ramai sama pembeli, tetapi tidak ada jaminan sebuah bisnis kuliner dapat bertahan lama. Sebagai contoh penjual martabak ini yang akhirnya harus pensiun karena berbagai alasan. Selain penjual mertabak, ada juga penjual lainnya yang merasakan hal sama. Penasaran penjual apakah itu? Simak ulasannya pada situs penerjemah tersumpah.

Menjalankan sebuah bisnis kuliner merupakan hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Entah dalam bentuk restoran fine dining ataupun bisnis warung makan yang ada di pinggir jalan. Dengan adanya persaingan yang semakin ketat dan juga perubahan tren yang sangat cepat membuat banyak dari mereka tidak dapat mempertahankan bisnis kulinernya.

Terbaru, terdapat berita miris yang datang dari pemilik warung Min Jiang Kueh yang ada di Singapura. Sebelumnya, pemilik warung tersebut bernama Ah Bee dan juga Lee Gay Lee ini memang telah menutup gerai jualannya yang berada di Buangkok, Singapura pada Agustus lalu. Kemudian Min Jiang Kueh sendiri adalah makanan tradisionsl khas dari Singapura seperti martabak yang biasanya diisi dengan kacang goreng tumbuk, kelapa parut, dan juga lengkap dengan gula melaka dan pasta kacang merahnya.

Namun, penutupan gerai bernama Kueh Pulau Pinang ini sebetulnya bukan menjadi akhir bagi mereka. Karena adanya minat yang sangat tinggi dari pelanggan setia membuat mereka kembali menjual martabak khasnya tersebut di rumah saja. Sejak penutupan gerainya, akhirnya pasangan ini kembali berjualan sendiri di rumah sekaligus menawarkan layanan pesan antar kepada pelanggannya.

Walaupun beberapa pelanggan setianya masih sering membeli martabak dari gerai rumahan itu, akan tetapi Ah Bee mengaku cukup kesulitan ketika menjalankan bisnisnya tersebut. Baik Ah Bee ataupun istrinya memang sudah berpengalaman lama dalam menjual makanan Min Jiang Kueh ini. Apalagi Ah Bee yang telah mulai jualan sejak berumur 13 tahun, tetapi tetap saja keduanya harus dapat menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Banyak tantangan baru yang harus mereka hadapi oleh penjual martabak berusia 75 tahun ini, mulai dari menjalankan bisnis online, dengan promosi melalui media sosial, hingga berhadapan dengan para pelanggannya secara online. Kalian juga akan temukan alasan lainnya pada situs penerjemah tersumpah.

t.PNG

No More Posts Available.

No more pages to load.